Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Minggu, 05 Oktober 2014

PENGARUH MEMBORONG PEMAIN DI MUSIM BARU PADA PERFORMA TIM

Tidak ada yang abadi kecuali perubahan. Pepatah ini berlaku untuk banyak hal, mulai dari fisik manusia, judul skripsi mahasiswa, hingga tentunya daftar pemain di klub olahraga setiap musim. Tidak ada klub yang memilih statis dengan tidak melakukan perubahan komposisi skuat. Pemain kurang baik diganti menengah, yang menengah diganti mewah, yang mewah diganti kurang baik demi menambal kegagalan divisi pemasaran mencari uang tambahan.
Perubahan komposisi skuat mempunyai tiga kemungkinan: bertambah kuat sesuai harapan, mempertahankan performa musim sebelumnya, dan jatuh ke dalam jurang kepayahan. Yang terakhir ini jelas paling dihindari, tapi terkadang klub malah melakukan manuver yang menjerumus ke sana.
Musim ini klub kota pelabuhan Liverpool Football Club ‘terpaksa’ menjual pemain kunci mereka Luis Suarez. Sebuah penjualan yang menghasilkan duit £71,28 juta. Sama sekali tidak sedikit dan bisa membeli sedikitnya dua pemain top yang kualitasnya sepadan dengan Suarez. Toh Brendan Rodgers memilih meraup segerombol pemain kelas menengah, sebut saja Dejan Lovren, Alberto Moreno, Javier Manquillo, Adam Lallana, Rickie Lambert, Lazar Markovic, dan Emre Can. Perdebatan bisa diarahkan pada sosok Mario Balotelli yang kelasnya masih mengambang antara hebat atau biasa-biasa saja.
Membeli banyak pemain hampir berarti masuk ke dalam masa transisi. Ada penyesuaian yang harus dilakukan. Dan sejauh ini pada masa transisi itu penampilan Liverpool tertukar dengan Southampton. Prediksi orang waras, Soton ada di papan menengah ke bawah, lalu Liverpool di papan atas. Dan tabel klasemen sejauh ini menunjukkan hasil sebaliknya.

Kamis, 13 Februari 2014

Pembangunan Koperasi

Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang (di Indonesia) kendala yang dihadapi masyarakat :
1.      Perbedaan pendapat masayarakat mengenai koperasi.
2.      Cara mengatasi perbedaan pendapat tersebut dengan menciptakan 3 kondisi yaitu :
·           Kognitif adalah kemampuan intelektual dalam berpikir, mengetahui dan memecahkan masalah.
·           Afektif yaitu mengenai sikap, minat, emosi, nilai hidup dan operasiasi.
·           Psikomotorik adalah kemampuan yang menyangkut kegiatan otot dan fisik.
3.      Masa Implementasi UU No.12 Tahun 1967 Tahapan membangun Koperasi :
a.           Ofisialisasi
b.          De-ofisialisasi
c.           Otonomisasi

4.      Misi UU No.25 Tahun 1992, merupakan gerakan ekonomi rakyat dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur berlandaskan Pancasila dan UUD1945.


Tahap Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang
menurut A. Hanel, 1989

Tahap I   :    Pemerintah mendukung perintisan pembentukan organisasi koperasi.
Tahap II :    Melepaskan ketergantungan kepada sponsor dan pengawasan teknis, manajemendan keuangan secara langsung dari pemerintah dan atau organisasi yang dikendalikan oleh pemerintah.
Tahap III :   Perkembangan koperasi sebagai organisasi koperasi yang mandiri.

Peranan Koperasi

Peranan Koperasi dalam berbagai bentuk pasar
Berdasarkan sifat dan bentuknya, pasar diklasifikasikan menjadi 2 macam :
  1. Pasar dengan persaingan sempurna (perfect competitive market).
  2. Pasar dengan persaingan tak sempurna (imperfect competitive market) , yaitu :Monopoli, Persaingan Monopolistik (monopolistik competition), dan Oligopoli.

Peranan Koperasi dalam Persaingan Sempurna (perfect competitive market)
         Ciri-ciri pasar persaingan sempurna :
  • Adanya penjual dan pembeli yang sangat banyak.
  • Produk yang dijual perusahaan adalah sejenis (homogen).
  • Perusahaan bebas untuk mesuk dan keluar.
  • Para pembeli dan penjual memiliki informasi yang sempurna.


Koperasi dalam Pasar Monopolistik
Ciri-cirinya :
  • Banyak pejual atau pengusaha dari suatu produk yang beragam.
  • Produk yang dihasilkan tidak homogen.
  • Ada produk substitusinya.
  • Keluar atau masuk ke industri relatif mudah.
  • Harga produk tidak sama disemua pasar, tetapi berbeda-beda sesuai dengan keinginan penjualnya.



Koperasi dalam Pasar Oligopoli
q  Oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar.
q  Dua strategi dasar untuk Koperasi dalam pasar oligopoli yaitu strategi harga dan nonharga.





Senin, 10 Februari 2014

Pola Manajemen Koperasi

1.     Pengertian Manajemen dan Perangkat Organisasi
Pengertian manajemen
Manajemen adalah suatu proses tertentu yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan penggunaan suatu ilmu dan seni yang bersama-sama menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan.

Pengertian koperasi
Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong

Pengertian manajemen koperasi
Manajemen Koperasi dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mencapai tujuan melalui usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan.
Fungsi-fungsi Manajemen menurut G Terry:
a.         Planning (Perencanaan)
b.         Organizing (Pengorganisasian)
c.         Actuating (Penggerakan untuk bekerja)
d.         Controlling (Pengawasan/Pengendalian)

2.     Rapat Anggota
Setiap anggota koperasi mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Seorang anggota berhak menghadiri rapat anggota dan memberikan suara dalam rapat anggota serta mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus baaik di luar maupun di dalam rapat anggota. Anggota juga harus ikut serta mengadakan pengawasan atas jalannya organisasi dan usaha koperasi.
Anggota secara keseluruhan menjalankan manajemen dalam suatu rapat anggota dengan menetapkan:
a.         Anggaran dasar
b.         Kebijaksanaan umum serta pelaksanaan keputusan koperasi
c.         Pemilihan/pengangkatan/pemberhentian pengurus dan pengawas
d.         Rencana kerja, pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya
e.         PembagianSHU
f.          Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi


3.     Pengurus
Menurut Leon Garayon dan Paul O. Mohn dalam bukunya “The Board of Directions of Cooperatives” fungsi pengurus adalah:
·          Pemberi nasihat
·          Pengawas atau orang yang dapat dipercaya
·          Pusat pengambil keputusan tertinggi
·          Simbol
·          Penjaga berkesinambungannya organisasi

4.     Pengawas
Tugas pengawas adalah melakukan pemeriksaan terhadap tata kehidupan koperasi, termasuk organisasi, usaha-usaha dan pelaksanaan kebijaksanaan pengurus, serta membuat laporan tertulis tentang pemeriksaan
Pengawas bertindak sebagai orang-orang kepercayaan anggota dalam menjaga harta kekayaan anggota dalam koperasi.

5.     Manajer
Manajer adalah seorang tenaga profesional yang memiliki kemampuan sebagai pemimpin tingkat pengelola, yang diangkat dan diberhentikan oleh Pengurus setelah dikonsultasikan dengan Pengawas.
Peranan manajer adalah membuat rencana ke depan sesuai dengan ruang lingkup dan wewenangnya, mengelola seumber daya secara efisien, memberikan perintah, bertindak sebagai pemimpin dan mampu melaksanakan kerjasama dengan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi (to get things done by working with and through people)

6.     Pendekatan Sistem pada Koperasi
Menurut Draheim koperasi mempunyai sifat ganda yaitu:
·         Organisasi dari orang-orang dengan unsur eksternal ekonomi dan sifat-sifat sosial (pendekatan sosiologi).

·         Perusahaan biasa yang harus dikelola sebagai layaknya perusahaan biasa dalam ekonomi pasar (pendekatan neo klasik).